Senin, 4 Maret 2024

Suporter Indonesia, Dipuji di Piala Dunia U-17 Tapi Tidak di Liga

Supriyadi
Senin, 4 Desember 2023 14:20:00
Supriyadi

PIALA DUNIA U-17 sukses digelar di Indonesia. Perhelatan dua tahunan itu berhasil membuat FIFA sebagai asosiasi sepak bola dunia takjub. Apalagi, animo penonton melebihi target FIFA.

FIFA sebenarnya menetapkan target penonton Piala Dunia U-17 ada di angka rata-rata 10 ribu penonton per pertandingan. Namun, dalam catatan Tim Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, rata-rata penonton jauh melewati target tersebut yakni ada di angka 11 ribu penonton per pertandingan.

Selain over target, beberapa pelatih dan pemain di Piala Dunia U-17 bahkan memberikan pujian terhadap keramahan suporter dan makanan di Indonesia.

Pujian itu tercermin saat melihat dukungan suporter Indonesia ke tim lain, sekalipun langkah Timnas Indonesia U-17 terhenti di babak penyisihan grup.

Di laga pertandingan perebutan peringkat tiga misalnya. Kala itu Argentina melawan Mali di Stadion Manahan Solo. Dalam pertandingan tersebut, banyak suporter Indonesia yang juga mendukung timnas Mali U-17.

Dari sini, terlihat jelas gairah untuk menyukseskan Piala Dunia U-17 sangat ketara. Selain rasa nasionalisme, semua kompak untuk menyukseskan perhelatan akbar tersebut.

Hasilnya hebat, Indonesia sebagai tuan rumah tidak dibuat malu dan makin percaya dengan kedewasaan para suporter.

Namun, hal itu berbanding terbalik saat di Liga!

Belum ada 24 jam dari penutupan Piala Dunia U-17 yang digelar Sabtu (2/12/2023), ulah oknum suporter justru mencoreng kepercayaan publik.

Dalam laga PSIS Semarang vs PSS Sleman Minggu (3/12/2023) malam, supporter tuan rumah PSIS terjadi kericuhan. Di awal babak perpanjangan waktu babak kedua, tepatnya di menit 90+1 sejumlah penonton masuk ke lapangan.

Beberapa pemain PSIS yang notabene bintang para supporter bahkan turut meredam amarah para pendukungnya untuk tertib dan kondusif.

Sayangnya, kericuhan antarsuporter itu berlanjut di luar lapangan. CEO PSIS, Yoyok Sukawi bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, karena luka di bagian kepala hinga mendapat delapan jahitan.

Bus pemain dan suporter PSS juga diduga menjadi sasaran kemarahan suporter PSIS. Dari laporan yang ada, terdapat lima bus dan satu mobil warga yang rusak.

Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian. Setidaknya ada 13 orang yang dimintai keterangan dari kejadian tersebut.

Terlepas siapa yang benar dan salah ataupun rasa fanatisme kepada tim, diakui atau tidak masyarakat Indonesia sudah jengah dengan aksi ricuh antarsuporter. Pasalnya, kericuhan antarsuporter berdampak panjang.

Berkaca dari pengalaman yang ada, para suporter masih menyimpan dendam berkepanjangan. Bahkan, bukan hal yang mustahil, suporter tim tamu akan menyiapkan sekema pembalasan dendam saat lawan tandang ke markas mereka.

Di sini lah, butuh kedewasaan antarsuporter. Fanatisme dan dukungan kepada tim harus dilakukan dengan maksimal tanpa mengedepankan emosi. Terlebih, mental para suporter dan pecinta bola Tanah Air sudah teruji saat Piala Dunia U-17.

Yang dibutuhkan dalam pertandingan di Liga adalah persamaan persepsi untuk menjaga nama baik sepak bola Tanah Air sebagaimana mereka menjaga nama Indonesia saat Piala Dunia U-17.

Pemahaman kesantunan dan keramahan suporter saat Piala Dunia U-17 juga harus diterapkan saat mendukung tim kesayangan di Liga. Dengan begitu tidak ada yang dirugikan di antara kedua belah pihak.

Selain itu, para dedengkot atau senior para suporter juga wajib menanamkan nilai saling menghormati tanpa mencaci kepada anggota baru. Hal ini penting dilakukan. Apalagi seringkali anggota baru itu masih berusia remaja dan memiliki emosi labil.

Kalau perlu, silaturahmi antarsuporter di dalam ataupun di luar stadion juga harus dijaga. Tak ada salahnya, para suporter saling ketemu dan bertukar pendapat supaya semua tahu, kalau suporter itu adalah saudara.

Ingat Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika. Jangan lagi ada pertikaian yang membuat sepak bola Tanah Air tercoreng. Salam Olahraga! 

*) Redaktur Murianews.com

Komentar