Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

DI tahun 2030 generasi baby boomer (kelahiran 1959 – 1964) 55 persennya akan berhenti bekerja dikarenakan sudah masuk di dalam usia pensiun.

Walaupun persentasenya masih bisa lebih tinggi, namun karena berbagai faktor seperti kesehatan, eksternal (contohnya kondisi ekonomi) dan internal seperti perubahan sistem di tempat kerja akan mempengarui baby boomer untuk berhenti sebelum usia pensiun.

Menurut riset Alliance for Lifetime Income’s Retirement Income Institute (2024) memperkirakan bahwa 14,8 juta warga Amerika dari kelompok generasi baby boomer akan pensiun dari pekerjaan mereka antara tahun 2024 dan 2029.

Jumlah ini mewakili tingkat keluarnya tenaga kerja rata-rata sebesar 10,1 persen di seluruh sektor utama.

Dengan kata lain, pengusaha harus mengganti lebih dari 240.000 pekerja setiap bulannya selama lima tahun ke depan karena adanya pensiun pada kelompok demografi ini (Almazora, 2024).

Sementara, tantangan di dunia kerja adalah menerima generasi penerus yakni generasi X, Y atau milenial, dan Z yang sudut pandang terkait job security (loyalitas) terhadap perusahaan sangat bertolak belakang dengan generasi boomer.

Generasi baby boomer secara luas dianggap lebih loyal terhadap pekerjaan mereka, mereka lebih memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan komitmen terhadap perusahaan atau dengan kata lain mempunyai loyalitas tinggi.

Sebaliknya, generasi milenial dan Z lebih menyukai keseimbangan kehidupan kerja atau work life balance , pertumbuhan pribadi atau pengalaman, dan fleksibilitas kerja.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler