Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

BEBERAPA pekan terakhir, banyak orang tua di kota hingga pelosok desa sibuk mencari sekolah terbaik bagi putra-putri mereka.

Ada yang bolak-balik ke kantor sekolah, memantau pengumuman daring, hingga bertukar kabar di grup WhatsApp wali murid.

Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) memang selalu menyisakan cerita. Di balik semaraknya, terselip kenyataan yang jarang disadari.

SPMB 2025 justru membuka tabir tentang kondisi pendidikan dasar negeri yang makin memprihatinkan. Ada SD negeri yang hanya menerima 2 pendaftar, seperti ditemukan dalam pemantauan Kemendikdasmen (Detik.com, 22 Juni 2025).

Prof Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menyebut banyak SD negeri terpaksa di-merger karena kekurangan murid.

Di Semarang, 1.500 kursi SD negeri kosong (IDN Times Jateng, 2025), sementara di Kudus, 60 SD terancam regrouping (Murianews, 2024).

Fenomena ini hanyalah puncak gunung es. Di tingkat nasional, tercatat ada ribuan SD negeri rawan tutup. TimesIndonesia (29 Agustus 2023) melaporkan SD negeri di berbagai daerah Indonesia perlahan mengalami penurunan peminat.

Data detikEdu (30 Januari 2025) memperlihatkan tren kekurangan murid terus berulang tiap tahun.

Lantas, apa penyebabnya? Apakah karena sekolah swasta dan MI menawarkan keunggulan lebih banyak, atau justru cermin gagalnya sistem mempertahankan kualitas?

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler