Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Rumitnya Hubungan India vs Pakistan

India dan Pakistan, dua negara terbesar di Asia Selatan sering terlibat perselisihan sejak kemerdekaan hingga saat ini.

Sedikitnya empat kali terjadi perang terbuka antara kedua negara tersebut: tahun 1947, 1965, 1971, dan 1999. Isunya sama: memperebutkan wilayah Kashmir.

Hubungan India dan Pakistan yang buruk akibat isu Kashmir dipertajam dengan narasi-narasi kebencian yang dikemukakan elit politik kedua negara.

Permusuhan India dan Pakistan berimplikasi pada kinerja SAARC. Terjadi penundaan atau pembatalan KTT SAARC, seperti KTT Tahun 2016 dan beberapa konferensi akibat permusuhan kedua negara.

India mencurigai Pakistan menggunakan KTT SAARC untuk berkoalisi dengan negara lainnya berkaitan isu-isu sensitif seperti isu Kashmir.

Permusuhan kedua negara yang menjadi pemain kunci ini berimplikasi pada kegagalan penyelenggaran KTT- KTT SAARC yang lebih jauh menjadi penyebab terganggunya kinerja SAARC.

Ambisi India

Ketidakefektifan kinerja SAARC juga disebabkan ambisi hegemoni India yang ingin menjadi pemimpin di kawasan selatan.

Sikap India terhadap negara-negara di lingkungannya ini disebabkan faktor psikologis elit politik India sejak era Jawaharlal Nehru hingga Narendra Modi.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler