Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ini bukan soal pahlawan Ghotham City dari universe DC. Ini soal Amerika, negeri yang membuat komik kisah Batman itu. Di mana, presiden mereka Donald Trump akhirnya menurunkan tarif impor dari Indonesia sebesar 19 persen.

Kebijakan yang biasa disebut tarif Trump itu menjadi upaya sosok cameo dalam film keluarga Home Alone 2 untuk mendongkrak ekonomi Amerika.

Banyak pihak yang menyanjung Trump maupun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Itu mengingat, keputusan penurunan tarif itu terjadi saat keduanya saling berkomunikasi melalui sambungan telepon.

Sanjungan tinggi pada Prabowo tentu atas keberhasilannya dalam menurunkan tarif tersebut. Tentunya itu juga menjadi kabar gembira bagi pelaku ekspor yang memiliki buyer di Negeri Paman Sam itu.

Namun di sisi lain, di baliknya terdapat kesepakatan-kesepakatan yang bisa dikatakan akan merugikan Indonesia. Sangat!

Dalam sebuah wawancara media Internasional, salah satunya Reuters, Trump menyebut negaranya tak akan dikenai tarif sepeser pun alias 0 persen saat mengirimkan barang ke Indonesia.

Bahkan, Amerika telah mengincar tembaga Indonesia. Trump bahkan bilang, mereka akan memiliki akses penuh ke sana.

Tentu saja, itu akan menjadi ancaman paling nyata bagi ekonomi Indonesia. Di mana, kita disuruh bayar  19 persen saat mengirim barang ke Amerika, sebaliknya mereka tidak.

Ancam UMKM...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler