Kebijakan yang biasa disebut tarif Trump itu menjadi upaya sosok cameo dalam film keluarga Home Alone 2 untuk mendongkrak ekonomi Amerika.
Banyak pihak yang menyanjung Trump maupun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Itu mengingat, keputusan penurunan tarif itu terjadi saat keduanya saling berkomunikasi melalui sambungan telepon.
Sanjungan tinggi pada Prabowo tentu atas keberhasilannya dalam menurunkan tarif tersebut. Tentunya itu juga menjadi kabar gembira bagi pelaku ekspor yang memiliki buyer di Negeri Paman Sam itu.
Namun di sisi lain, di baliknya terdapat kesepakatan-kesepakatan yang bisa dikatakan akan merugikan Indonesia. Sangat!
Bahkan, Amerika telah mengincar tembaga Indonesia. Trump bahkan bilang, mereka akan memiliki akses penuh ke sana.
Tentu saja, itu akan menjadi ancaman paling nyata bagi ekonomi Indonesia. Di mana, kita disuruh bayar 19 persen saat mengirim barang ke Amerika, sebaliknya mereka tidak.
Ini bukan soal pahlawan Ghotham City dari universe DC. Ini soal Amerika, negeri yang membuat komik kisah Batman itu. Di mana, presiden mereka Donald Trump akhirnya menurunkan tarif impor dari Indonesia sebesar 19 persen.
Kebijakan yang biasa disebut tarif Trump itu menjadi upaya sosok cameo dalam film keluarga Home Alone 2 untuk mendongkrak ekonomi Amerika.
Banyak pihak yang menyanjung Trump maupun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Itu mengingat, keputusan penurunan tarif itu terjadi saat keduanya saling berkomunikasi melalui sambungan telepon.
Sanjungan tinggi pada Prabowo tentu atas keberhasilannya dalam menurunkan tarif tersebut. Tentunya itu juga menjadi kabar gembira bagi pelaku ekspor yang memiliki buyer di Negeri Paman Sam itu.
Namun di sisi lain, di baliknya terdapat kesepakatan-kesepakatan yang bisa dikatakan akan merugikan Indonesia. Sangat!
Dalam sebuah wawancara media Internasional, salah satunya Reuters, Trump menyebut negaranya tak akan dikenai tarif sepeser pun alias 0 persen saat mengirimkan barang ke Indonesia.
Bahkan, Amerika telah mengincar tembaga Indonesia. Trump bahkan bilang, mereka akan memiliki akses penuh ke sana.
Tentu saja, itu akan menjadi ancaman paling nyata bagi ekonomi Indonesia. Di mana, kita disuruh bayar 19 persen saat mengirim barang ke Amerika, sebaliknya mereka tidak.
Ancam UMKM...
Sektor yang paling kena tentunya pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penunjang utama ekonomi Indonesia ini terancam kelabakan dengan banjirnya barang dari Amerika.
Padahal, World Bank sempat menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen secara cumulative to cumulative pada 2024 lalu.
Pertumbuhan itu menunjukkan ekonomi Indonesia stabil dan berada di atas rata-rata pertumbuhan dunia yang hanya 2,7%. Pertumbuhan itu pun banyak ditopang dari budaya konsumsi masyarakat.
Menurut data Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang terbit pada awal 2025 lalu, UMKM memiliki peran besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlahnya bahkan mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha.
Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp 9,58 triliun. UMKM menyerap sekitar 117 juta pekerja (97%) dari total tenaga kerja.
Kombinasi UMKM dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta lebih tentunya menjadi senjata paling ampuh untuk menopang perekonomian bangsa.
Namun, semuanya bisa bubar. Bagaimana tidak, dengan kesepakatan itu, bakalan terjadi tsunami barang-barang impor dari Amerika. Harganya pun lebih murah karena tidak dikenakan tarif.
Praktik dumping ini tentunya akan membuat industri lokal kian tercekik. Mereka mau ekspor ke Amerika harus keluarkan biaya, sementara di dalam negeri mereka harus bersaing dengan barang dari Negeri Paman Sam yang dijual dengan harga murah.
Ganggu Harga Pasar...
Kondisi ini juga bakal mengganggu harga pasar di Indonesia. Karena barang-barang dari Amerika bakalan lebih murah di Indonesia.
Salah satunya yang paling terdampak tentunya petani kedelai. Industri olahan kedelai, seperti tahu, tempe dan susu kedelai pastinya bakal lebih memilih menggunakan kedelai impor dari Amerika, karena pastinya bakal lebih murah.
Efek domino selanjutnya yakni terjadinya tsunami PHK akibat industri lokal sulit bersaing, bahkan harus gulung tikar. Angka pengangguran pastinya bakal meningkat.
Bak Jebakan Batman, Indonesia terancam sulit keluar dalam situasi yang menguntungkan Amerika. Bisa jadi, Donalt Trump memanfaatkan ini untuk bersaing dengan China di pasar Indonesia.
Tentunya ini menjadi tantangan yang harus diperhatikan bersama. Tak hanya bagi pemerintahnya, namun juga para pelaku usaha, industri lokal. (*)