Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Sektor yang paling kena tentunya pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penunjang utama ekonomi Indonesia ini terancam kelabakan dengan banjirnya barang dari Amerika.

Padahal, World Bank sempat menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen secara cumulative to cumulative pada 2024 lalu.

Pertumbuhan itu menunjukkan ekonomi Indonesia stabil dan berada di atas rata-rata pertumbuhan dunia yang hanya 2,7%. Pertumbuhan itu pun banyak ditopang dari budaya konsumsi masyarakat.

Menurut data Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang terbit pada awal 2025 lalu, UMKM memiliki peran besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlahnya bahkan mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha.

Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp 9,58 triliun. UMKM menyerap sekitar 117 juta pekerja (97%) dari total tenaga kerja.

Kombinasi UMKM dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta lebih tentunya menjadi senjata paling ampuh untuk menopang perekonomian bangsa.

Namun, semuanya bisa bubar. Bagaimana tidak, dengan kesepakatan itu, bakalan terjadi tsunami barang-barang impor dari Amerika. Harganya pun lebih murah karena tidak dikenakan tarif.

Praktik dumping ini tentunya akan membuat industri lokal kian tercekik. Mereka mau ekspor ke Amerika harus keluarkan biaya, sementara di dalam negeri mereka harus bersaing dengan barang dari Negeri Paman Sam yang dijual dengan harga murah.

Ganggu Harga Pasar... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler