Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

KEGAGALAN Timnas Indonesia mewujudkan mimpi ke Piala Dunia, berujung pada pemecatan Patrick Kluivert. Dari semua hal yang menyertai kegagalan ini, mungkin semua harus segera mengakui, ’Kita memang Masih Kurang mampu bersaing’.

Tetapi, apakah Timnas Indonesia, atau sepak bola Indonesia menyerah? Tentu saja tidak boleh seperti itu. Timnas Indonesia harus segera belajar dari kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah ’nyaris membuat sejarah’ hendaknya semangat yang sama harus tetap ada.

Kluivert, yang dipilih PSSI pada Januari 2025 memimpin Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae‑yong, terbukti telah gagal membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Dan itu tidak perlu disesali berkepanjangan.

Sepak bola Indonesia secepatnya harus melupakan kegagalan itu, untuk bersiap kembali ke Piala Dunia 2030. Selama 4 tahun berikutnya, Timnas Indonesia harus bisa disiapkan dengan penuh perhitungan dan penuh keyakina.

Pada tahap awal, tentu saja PSSI harus segera menentuka siapa yan akan menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kali ini, PSSI tentu saja diharapkan bisa lebih jeli dan lebih seksama dalam menentukannya.

Kriteria pelatih yang ideal bagi Timnas Indonesia harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang. Tidak hanya berkemampua teknis kepelatihan dan pengalaman, tetapi juga harus selaras dengan kultur, mental, tantangan dan aspirasi sepak bola Indonesia.

Kluivert, sebelumnya datang dengan label “legenda Eropa”. Dia adalah mantan pemain top klub seperti Ajax Amsterdam, FC Barcelona dan timnas Belanda. Sosok ini juga memiliki jaringan di sepak bola Eropa, filosofi modern, dan nama besar.

Kluivert...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler