Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

LEBARAN Idulfitri tahun 2026 kali ini (kembali) berpotensi berbeda. Antara tanggal 20 Maret atau 21 Maret.

Memang perbedaan ini sudah diprediksi sejak awal. Baik awal Ramadan dan 1 Syawal atau Lebaran 2026 pasti akan berbeda.

Muhammadiyah sudah lebih dahulu menetapkan kapan awal Ramadan dan kapan Lebaran.

Menggunakan metode hisab yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 2026 jatuh pada 20 Maret.

Sementara pemerintah termasuk Nahdlatul Ulama (NU) masih harus menunggu proses rukyatul hilal dan sidang isbat.

Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menggelar rukyatul hilal dan sidang isbat pada Kamis 19 Maret 2026. Langkah ini untuk menentukan apakah tanggal 20 Maret itu benar-benar sudah masuk 1 Syawal.

Jika tidak, maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 21 Maret lah Lebaran yang ditetapkan.

Namun berdasarkan data hisab Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), BRIN, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan jika hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 masih di bawah kriteria.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan secara astronomi pada saat Kamis (19/3) waktu Magrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler