Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kriteria MABIMS untuk penentuan awal bulan hijriah seperti Ramadan dan Syawal ini menetapkan visibilitas tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Oleh karenanya, ia memperkirakan 1 Syawal atau Lebaran Idulfitri akan jatuh pada 21 Maret 2026.
Perbedaan seperti ini di Indonesia bukanlah hal yang baru. Sudah menjadi hal yang umum apalagi bagi NU dan Muhammadiyah.
Seperti pada Ramadan tahun ini, ketika saudara kita dari Muhammadiyah sudah memulai puasa, sebagian lainnya masih bisa menikmati makan siang. Namun tak ada gejolak. Itu hal biasa.
Begitu juga pada Lebaran tahun ini yang kemungkinan berbeda. Saat sebagian Muslim Indonesia sudah bisa menikmati opor Lebaran pada 20 Maret, sebagian lain harus menunda satu hari untuk membelah ketupat Lebaran.
Bukan masalah mana yang benar atau salah. Tapi memang kesadaran akan toleransi dan perbedaan di Indonesia sudah berangsur baik.
Peran pemerintah, organisasi keislaman dan kemasyarakatan sudah cukup apik dalam menjaga ketentraman dan kenyamanan beribadah dalam segala perbedaan di Indonesia ini.
Meski demikian, potensi adanya konflik tetap harus dicegah. Terlebih dengan semakin massifnya disinformasi yang berseliweran di media sosial.
Seluruh bagian masyarakat harus kembali meningkatkan rasa toleransi terhadap perbedaan ini. Mana yang benar antara Lebaran 20 atau 21 Maret, biarlah keyakinan diri sendiri.
Toh ibadah kan sejatinya merupakan komunikasi pribadi antara umat dengan Tuhannya kan? (*)



