Analisis bagaimana McDonald's menyentuh budaya lokal ke dalam bisnisnya, dengan adaptasi menu sesuai selera lokal.
McDonald's tidak hanya menjual ayam goreng tepung dan kentang goreng, tetapi juga menciptakan menu khusus yang sesuai dengan preferensi lokal.
Menu Halal di negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, semua bahan dijamin halal. Tanpa Daging Sapi di India, menghormati kepercayaan Hindu.
McDonald’s Indonesia lebih mendalami budaya masyarakat Indonesia melalui selera dan citarasa.
Pemahaman pada selera masyarakat Indonesia, berinovasi dengan mengeluarkan menu lokal seperti, nasi uduk, ayam kremes sambal uleg, burger rendang, ayam geprek.
Keseluruhan menu ini dibuat untuk masyarakat Indonesia dengan budaya memakan nasi dan sambal. Inovasi yang dilakukan McD mencerminkan bahwa McD melihat pasar dan budaya dapat berjalan beriringan dengan salah satu karakteristiknya yaitu budaya sebagai material.
Budaya didefinisikan sebagai pengetahuan tentang kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan untuk melayani secara langsung perilaku konsumen dari anggota masyarakat khusus.
MCDONALD'S, sebagai fast food global, dikenal dengan kemampuannya dalam beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai negara. Strategi ini disebut "Glokalisasi” yaitu gabungan antara standar global dan sentuhan lokal.
Analisis bagaimana McDonald's menyentuh budaya lokal ke dalam bisnisnya, dengan adaptasi menu sesuai selera lokal.
McDonald's tidak hanya menjual ayam goreng tepung dan kentang goreng, tetapi juga menciptakan menu khusus yang sesuai dengan preferensi lokal.
Menu Halal di negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, semua bahan dijamin halal. Tanpa Daging Sapi di India, menghormati kepercayaan Hindu.
McDonald’s Indonesia lebih mendalami budaya masyarakat Indonesia melalui selera dan citarasa.
Pemahaman pada selera masyarakat Indonesia, berinovasi dengan mengeluarkan menu lokal seperti, nasi uduk, ayam kremes sambal uleg, burger rendang, ayam geprek.
Keseluruhan menu ini dibuat untuk masyarakat Indonesia dengan budaya memakan nasi dan sambal. Inovasi yang dilakukan McD mencerminkan bahwa McD melihat pasar dan budaya dapat berjalan beriringan dengan salah satu karakteristiknya yaitu budaya sebagai material.
Budaya didefinisikan sebagai pengetahuan tentang kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan untuk melayani secara langsung perilaku konsumen dari anggota masyarakat khusus.
Budaya adalah sebuah sistem yang teritegrasi mempelajari pola perilaku dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh anggota masyarakat.
Perspektif pemasaran global menekankan kesamaan konsumen diseluruh dunia dan merupakan lawan dari strategi pasar lokal yang menekankan perbedaan konsumen pada bangsa-bangsa berbeda beserta orientasi budaya mereka (Chesoh, 2016)
Budaya mempengaruhi cara perusahaan beroperasi dalam disnis internasional, cara masyarakat menerima produk, dan cara bisnis dilakukan.
Oleh karena itu, pemahaman budaya yang mendalam menjadi kunci untuk memahami bagaimana bisnis internasional beroperasi dan bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan strategi mereka dengan kebudayaan setempat.
Bagaimana budaya mempengaruhi cara bisnis dilakukan, cara masyarakat menerima produk, dan bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan strategi mereka dengan kebudayaan setempat.
Pentingnya memahami budaya yang ada di setiap Negara khususnya bagi perusahaan internasional, agar produk yang dipasarkan sesuai dengan permintaan konsumen di Negara tersebut.
Jika perusahaan tidak memahami budaya disetiap Negara maka dapat dipastikan produk akan gagal dipasaran.
McDonald's adalah contoh sempurna bagaimana merek global bisa menghargai budaya lokal tanpa kehilangan identitas internasionalnya. Kunci suksesnya adalah adaptasi tanpa kehilangan esensi brand. Menjadi bagian dari komunitas lokal, bukan sekadar pendatang.
Secara keseluruhan, MCD Indonesia adalah contoh sukses dari glokalisasi, yang menunjukkan bahwa jaringan restoran cepat saji global dapat beradaptasi dengan budaya lokal dengan melakukan inovasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Hal ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, yaitu memperkuat citra lokal dan meningkatkan bisnis global secara keseluruhan.
Pendekatan multikultural dalam konteks bisnis global seperti Mcdonald’s juga mempertimbangkan secara mendalam nilai-nilai lokal yang berkembang di masyarakat.
Stategi glocalization merupakan globalisasi yang berakar pada lokalitas, dapat menjadi kunci dalam menciptakan produk atau layanan yang relevan secara budaya dan tetap mempertahankan identitas merek global.
Sebagai satu gambaran, Bakso yang dikenal di Indonesia adalah proses dari akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal. Meskipun berasal dari tradisi kuliner Tionghoa, bakso kini telah menjadi bagian dari identitas kuliner nasional.
Hal ini menunjukkan bagaimana suatu elemen asing bisa diterima luas ketika dibaurkan dengan budaya lokal.
Mocdonald’s telah mempratikkan pendekatan serupa dengan menyisipkan unsur budaya lokal seperti nasi uduk, sambal, ayam geprek dalam daftar menunya di Indonesia.
Agar praktik seperti ini tidak hanya dilihat sebagai strategi pemasaran, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai lokal dan cara membangun koneksi budaya yang lebih bermakna dengan konsumen.
Budaya lokal berpotensi menciptakan rasa memiliki dan loyalitas yang lebih kuat di kalangan mansyarakat. Penulis menekankan pentingnya pendekatan multikultural yang tidak berhenti pada adaptadi permukaan, tetapi menggali kedalaman nilai dan simbol budaya lokal dalam membangun relasi yang lebih dalam. (*)
Penulis: Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata: Dhiya’ Almirra Azzahra