Langkah Penting NU Kudus usai Belasan Pengurus Lazisnu Mundur
Murianews
Minggu, 2 Februari 2025 17:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
PENGUNDURAN diri belasan pengurus NU Care-Lazisnu Kudus beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Keputusan mereka untuk fokus pada bisnis dan profesi masing-masing menimbulkan pertanyaan sekaligus tantangan bagi Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan pengelolaan organisasi.
Kejadian ini bukan sekadar kehilangan personel, melainkan juga momentum untuk melakukan introspeksi dan perbaikan.
Para pengurus yang mengundurkan diri, termasuk nama-nama seperti Dr H Noor Aflah MA dan H Zakaria MPd, menyatakan alasan pengunduran diri mereka dalam surat kolektif. Mereka ingin fokus pada pekerjaan, bisnis, aktivitas, dan keluarga.
Meskipun memahami komitmen tersebut, kepergian mereka menyisakan pertanyaan penting tentang bagaimana NU dapat mempertahankan talenta dan memastikan keberlanjutan program-programnya.
Kejadian ini menjadi alarm bagi NU untuk mengevaluasi beberapa hal penting. Beberapa hal penting itu di antaranya adalah sebagai berikut.
Sistem Rekrutmen dan Retensi
Proses rekrutmen perlu diperbaiki agar dapat menarik individu yang berkomitmen jangka panjang. Bukan hanya sekadar mencari orang yang bersedia bergabung.
Tetapi juga individu yang memiliki kesesuaian visi dan misi, serta kemampuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab organisasi dengan komitmen pribadi.
Program pelatihan dan dukungan yang komprehensif juga perlu dikembangkan untuk membantu para pengurus.



