Anggaran ini mengalami kenaikan anggaran dari Rp 16,7 triliun menjadi Rp 81,6 triliun akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi.
Dengan kenaikan anggaran ini, pemerintah tentunya tidak hanya berharap meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Tetapi juga secara tidak langsung meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hal ini penting, mengingat pendidikan yang berkualitas bergantung pada profesionalisme dan motivasi guru.
Kebijakan ini tentunya disambut gembira oleh para guru di Indonesia. Karena sejauh ini kesejahteraan guru seakan menjadi isu yang tak pernah terselesaikan.
Tidak jarang pula yang kemudian mengaitkannya dengan tingkat kualitas Pendidikan di Indonesia. Bagaimana Pendidikan bisa berkualitas ketika guru yang notabene menjadi aktor utama di dalamnya tidak diperhatikan secara kesejahteraannya, terkhusus bagi guru honorer.
Dalam berbagai riset yang sudah dilakukan, dijumpai bahwa kesejahteraan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi kerja seseorang. Dengan artian ketika kesejahteraan guru semakin baik maka kinerja guru akan semakin meningkat.
Namun, hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa kesejahteraan hanya salah satu dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja guru.
BARU-BARU ini, tepatnya pada perayaan Hari Guru Nasional 2024, pemerintah telah mengumumkan kenaikan anggaran untuk kesejahteraan guru ASN dan Non-ASN pada 2025.
Anggaran ini mengalami kenaikan anggaran dari Rp 16,7 triliun menjadi Rp 81,6 triliun akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi.
Dengan kenaikan anggaran ini, pemerintah tentunya tidak hanya berharap meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Tetapi juga secara tidak langsung meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hal ini penting, mengingat pendidikan yang berkualitas bergantung pada profesionalisme dan motivasi guru.
Kebijakan ini tentunya disambut gembira oleh para guru di Indonesia. Karena sejauh ini kesejahteraan guru seakan menjadi isu yang tak pernah terselesaikan.
Tidak jarang pula yang kemudian mengaitkannya dengan tingkat kualitas Pendidikan di Indonesia. Bagaimana Pendidikan bisa berkualitas ketika guru yang notabene menjadi aktor utama di dalamnya tidak diperhatikan secara kesejahteraannya, terkhusus bagi guru honorer.
Kesejahteraan dan Kinerja Guru
Dalam berbagai riset yang sudah dilakukan, dijumpai bahwa kesejahteraan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi kerja seseorang. Dengan artian ketika kesejahteraan guru semakin baik maka kinerja guru akan semakin meningkat.
Namun, hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa kesejahteraan hanya salah satu dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja guru.
Kinerja Guru...
Faktor lain seperti pelatihan dan pengembangan profesional juga memainkan peran yang cukup krusial dalam meningkatkan kualitas kinerja guru khususnya dalam pengajaran.
Belajar dari program sertifikasi guru yang telah berjalan sejauh ini, beberapa penelitian mendapatkan temuan bahwa sertifikasi memang memiliki dampak positif terhadap kinerja guru.
Sebuah studi menunjukkan bahwa guru yang sudah bersertifikasi memiliki kinerja mengajar yang lebih unggul dengan nilai rata-rata performa yang lebih tinggi dibandingkan guru yang belum.
Namun, ada studi lain yang mengungkapkan bahwa dampak ini hanya signifikan pada guru yang mengikuti pelatihan lanjutan setelah mendapatkan sertifikasi.
Hal ini menunjukkan bahwa sertifikasi saja tidak cukup karena ada faktor lain yang memberikan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, sebagaimana yang telah terbukti efektif di beberapa negara.
Faktor lain untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kesejahteraan yang diharapkan dari sertifikasi tentunya memiliki kontribusi terhadap kinerja guru, namun ada juga beberapa faktor lain yang berkontribusi terhadap percapaian kualitas pendidikan.
Melihat praktik baik di negara tetangga seperti Malaysia, selain memberikan kesejahteraan bagi guru, pemerintah juga hadir dalam memberikan pelatihan baik bagi guru maupun elemen lainnya seperti kepala sekolah dan tenaga administrasinya.
Motivasi...
Dalam tahapannya, pemenuhan kesejahteraan akan memberi motivasi bagi guru untuk mengembangkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa. Di saat bersamaan, pemerintah menyediakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mengajarnya.
Begitu juga di Thailand. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, jika sebelumnya fokus pada pembangungan infrastruktur dan kesejateraan guru, pemerintah saat ini fokus pada bidang pengajaran di semua tingkatan dan pelatihan guru yang efektif guna meningkatkan kualitas dan keunggulan dari pengajaran mereka.
Sebagai contoh, pemerintah bekerja sama dengan universitas atau lembaga swasta dalam memberikan pelatihan bagi guru berupa short course training.
Dengan melihat praktik baik di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, Indonesia dapat belajar bahwa peningkatan kesejahteraan guru harus diimbangi dengan pelatihan khususnya kepada guru, yang berkelanjutan.
Misalnya, pelatihan berbasis kebutuhan lokal tiap daerah, seperti pemanfaatan teknologi dalam pengajaran, dapat menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Refleksi dan Tindak Lanjut
Kebijakan pemerintah dalam menaikkan anggaran kesejahteraan guru tentunya sudah sangat tepat, sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hal ini didukung oleh hampir semua penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia dalam melihat pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru.
Sertifikasi...
Guru yang telah menjalani sertifikasi mampu meningkatkan motivasi dan cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam hal kualitas pembelajaran, sikap kerja, dan produktivitas dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikasi.
Hal ini mengandung arti bahwa semakin tinggi sertifikasi dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja guru.
Terkait dengan penyediaan pelatihan bagi guru, sejauh ini sebetulnya pemerintah juga telah meluncurkan Program Guru Penggerak yang bertujuan untuk menghasilkan guru profesional. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di berbagai wilayah.
Namun dalam meningkatkan efektivitas pelatihan, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan akurasi data guru, yang akan membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan program pelatihan.
Selain itu pemerintah juga perlu meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai lembaga terkait khususnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk memastikan bahwa program pelatihan guru berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Kesimpulan
Peningkatan anggaran pendidikan untuk kesejahteraan guru menjadi langkah strategis pemerintah guna mendukung kualitas pendidikan di Indonesia, karena kesejahteraan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru.
Namun, kesejahteraan melalui sertifikasi saja tidak cukup, diperlukan juga adanya pelatihan berkelanjutan dengan menyesuaikan pada kebutuhan lokal daerah, seperti penegmbangan kompetensi khususnya dalam penguasaan teknologi pengajaran.
Dalam upaya ini, Indonesia bisa mengikuti praktik baik negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand dalam hal menggabungkan kebijakan kesejahteraan dengan pengembangan kompetensi, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga pendidikan. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kesejahteraan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. (*)