Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Secara politik, Pansus menjadi arena pertarungan kepentingan. Teori komunikasi politik, media dan elite politik berperan membentuk narasi. Dalam kasus ini, narasi yang dibangun oleh DPRD adalah respons terhadap tuntutan rakyat, namun tidak bisa dimungkiri bahwa Pansus juga menjadi alat tawar-menawar politik.

Warga khawatir kepentingan politik di tingkat lokal maupun nasional akan ”mengintervensi” proses pansus pemakzulan ini, sehingga mengubahnya dari upaya penegakan hukum menjadi negosiasi kekuasaan.

Ketika Pansus bergelut dengan tarik ulur politik, KPK memiliki kewenangan untuk menetapkan agenda hukum yang tak bisa diabaikan. Sudewo diduga turut serta menerima aliran dana kasus suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan ketika ia masih menjadi anggota DPR RI.

Hari ini, Rabu (26/8/2025) KPK telah melakukan pemeriksaan kepada Sudewo selama lebih dari enam jam. Bagi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yakni kelompok yang menginginkan agar Sudewo ditetapkan sebagai tersangka, pemeriksaan ini adalah angin segar. Mereka melihat KPK sebagai harapan terakhir untuk mendapatkan keadilan.

Namun, hingga Sudewo keluar dari Gedung Merah Putih, KPK belum menetapkan Sudewo sebagai tersangka.

Memang kasus yang bergulis di KPK ini masih belum selesai. tetapi pada akhirnya, kasus Sudewo adalah ujian bagi semua pihak. Ini adalah ujian bagi KPK untuk menunjukkan independensinya. Ini adalah ujian bagi DPRD Pati untuk membuktikan bahwa mereka berpihak pada rakyat.

Di tengah tarik-menarik antara Pansus yang sarat politik dan proses hukum di KPK, suara rakyat Pati tetap jelas, mereka mendambakan pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab. (*)

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Gagasan Terkini

Terpopuler